Islam dan Terorisme

Islam dan Terorisme
Antara ANJURAN dan LARANGAN

MUKADIMAH
Ada paradox yang terasa sangat aneh bahwa permusnahan massal, tindakan kesewenangan dan hujatan penghinaan atas nama : System dunia baru dari Negara-negara yang memakai kekuatan jahat dalam memaksakan berbagai keyakinan, aliran dan keunggulan terhadap Negara-negara dan bangsa yang lemah, tanpa menghiraukan berbagai prinsif kebaikan, keadilan serta hak kemanusiaan, seperti yang terjadi di tanah Bosnia, Hosia dan Kosovo;yang derita bangsa palestina dan apa yang menimpa umat islam di Burma, Kasmir, Pilipina, Arteria Azerbijan dan lain-lain. Dikatakan paradox, karena semua yang terjadi di atas tidak pernah kita dengar ada yang meneriakan teroris, padahal dialah yang teroris sebenarnya.
Demikianlah paradox aneh juga, bahwa perangkat-perangkat media masa barat zionis dan sabilis sertapara pengekornya menutup mata dan telinga tentang tindakan teroris dunia tersebut. Mereka sama sekali tidak menyinggungnya, seolah-olah semua itu tidak pernah terjadi.
Ironisnya lagi, telah terjadi secara bersamaan isu gencar terorisme yang di lekatkan kepada islam dengan sebuah jaringan – ini mudah diamati oleh orang yang sangat awam sekalipun – yaitu jaringan penghancuran Islam ke akar-akarnya, sebagaimana yang mereka sebar-sebarkan bahwa Islam sebuah bahaya besar yang mengancam peradaban Barat. (sekedar informasi : Pada tahun 1992 telah terjadi tragedy memilukan bahwa kurang lebih 10 juta muslim menjadi sasaran pembantaian, pembunuhan dan pengusiran di 37 negara, menurut data statistik jaringan international). Jika jaringan ini terdapat di Negara-negara non Islam dan Arab, maka cengkraman kukunya telah sampai ke sebagian besar ke Negara-negara Islam dan Arab.
Namun apakah ada teriakan terorisme Kristen..? dari jaringan tentara Irlandia dan penjahat sindikat mafia serta pedagang narkoba Kristen, seperti juga tidak ada yang meneriakan MOSAT penjahat besar dari gerakan Zionis dunia sebagai musuh utama umat manusia di sepanjang zaman.
Jika semua itu terjadi di tingkat international, maka perkaranya berbeda dengan kejadian di tingkat nasional, di mana jika tindak kekerasan menjadi satu-satunya pilihan dan jalan keluar dalam menghadapi musuh-musuh umat ini demi membela hak, tempat-tempat suci dan kehormatan..!!! Maka tetap saja tindak kekerasan ini tidak di wajibkan serta bukan jalan keluar dan perbaikan, bahkan Islam melarangnya. Di samping itu ada saja tindakan yang menjurus kepada kekerasan yang di lakukan umat ini.
Akan tetapi ada sisa pertanyaan yang perlu kita kumandangkan, siapakah yang meneriakan bahwa ketaatan hidup beragama itu sebab timbulnyua terorisme..?? siapa juga yang menyeru bahwa obat terorisme itu dapat dilakukan dengan menyumbat sumber ketaatan beragama ???. Mari kita simak bersama tentang apa dan bagaimana dengan Islam dan terorisme itu…?.
DEFINISI TERORIS

Teroris dalam bahasa arab di sebut Irhabi artinya terror, bersifat menakutkan-nakutkan atau gerakan pengacau yang menakutkan banyak orang (teroris). Allah berfirman
واســتــرهــبـوهــم وجـآؤوا بــسحـر عــظـيم ( الأعرف)
: “..dan menjadikan orang banyak itu takut serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakutkan)”. QS.7:116
Dalam kontek kontemporer, makna terorise telah mengkristal dalam imej public setelah berdirirnya revolusi di Negara-negara yang terjajah dan beberapa tindak kekerasan yang dilakukan demi membasmi musuh-musuh revolusi serta menut-nakuti orang lain untuk mencegah upaya perlawanan serta membendung perjalanannya, hal itu terjadi sejak awal abad 18 M.
Ketiak isu terorisme mulai berbahaya, lingkupnya melebar serta bentuknya bertambah banyak, maka panggilan untuk menentangnya semakin meninggi, pengertiannya semakin mengecil serta bentuk-bentuknya jelas. Muncullah lembaga-lembaga resmi mengadakan konfrensi membahas problem pembatasan seputar definisi terorisme.
Barangkali definisi yang paling sederhana menurut para peneliti: “Teroris adalah sebuah tindakan pengacau secara material atau immaterial yang mengandung pemaksaan terhadap orang lain untuk mencapai tujuan tertentu”.
Adapun terorisme dalam pandangan dan definisi Islam sangat berbeda, di mana setiap orang yang merujuk kepada sumber-sumber syari’ah Islam akan menemui sebuah sikap yang jelas:
Bahwa konsep teroris sangat jelas sejak diturunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه ( راه مسلم )
Bahwa tidak ada terror antara umat Islam baik secara individu atau kolektif atau minimal jika harus ada terror itu hanya di lakukan terhadap musuh-musuh Islam saja.
Islam hanya mengenal perangkat membangun sebagai sarana terorisme. Adapun perngkat yang menghancurkan sama sekali tidak di akuinya, bahkan disebut dengan nama aslinya serta di haramkan dan dinilai sebagai tindak criminal yang mempunyai konsekwensi hokum yang setimpal.
Terorisme dengan sejumlah perangkat membangun dan postif sangat di anjurkan terhadap kelompok muslim, bahkan diharuskan memiliki perangkat tersebut secara material dan immaterial, untuk menggentarkan musuh-musuh serta mencegah dari gangguannya. Hal ini ndemi memperkenalkan agama dan menyebarkan ajaran-ajarannya di jagad raya ini. Allah berfirman:
واعـدُّو لـهم ما اسـتطعتم من قـوة ومن رباط الـخيل تـرهبون بـه عـدو الله وعـدوكم وآخريـن من دونـهم لا تـعلمونهم الله يـعلمهم . الأ نـفال 60
Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan (terror) musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya…”.QS.8:60. lihat anjuran senada dikatakan Al-Qur’an dalam surat Al-Hasyr 12-13, Al-Anfal12, Al-Ahzab, dan lain-lain.
Berdasarkan pernyataan diatas maka definisi terorisme dalam konsep Islam adalah: “menggentarkan musuh dan membuat hati mereka takut disebabkan memiliki berbagai perangkat kemajuan teknologi dan keunggulan material dan moral, yang membantu untuk menyebarkan prinsip-prinsip, dan idiologi tanpa dapat perlawanan yang setimpal.
TERORISME YANG DILARANG

Jika terorisme dampak dari penggunaan perangkat yang menghancurkan dan menimbulkan berbagai bentuk perusakan terhadap manusia, Negara atau individu tertentu, berbagai harta benda swasta dan inventaris Negara jelas itu terorisme yang dilarang.
Karena perangkat dan bentuk ini merupakan sarana negatif, menghancurkan, menakutkan, merusak dan membahayakan. Bukan sarana positif, membangun, memberi keamanan, mereformasi dan memberi manfaat. Tidak ada satu hurufpun tujuan tersebut dalam Islam, bahkan diharamkan apakah dilakukan terhadap individu, kelompok dan bangsa tertentu.
Islam telah membuat sangsi-sangsi yang setimpal untuk menghentikan bentuk-bentuk, perangkat dan berbagai sarana penghancur masyarakat Islam bahkan manusia secara umum, demi merealisasikan keamanan, menyebarkan ketentraman dan kedamaian di penjuru alam sekaligus membasmi perangkat tersebut.

Perbuatan Keji (al-Bagy.

Allah berfirman:” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlakua adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji…”.(QS. 16:90).
Tindakan melampaui batas (lalim)
Allah berfirman:..”maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,sebagaimana diperintah kan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.” (QS. 11.12.

Kezaliman

Allah berfirman: “…dan barang siapa diantara kamu yang berbuat zalim,Niscaya kami rasakan kepadanya azab yang besar” (QS. 25:19). Dan Firman-Nya dalam sebuah hadist Qudsy: “ WahaihambaKu sesungguhnya Aku haramkan atas diriku kezaliman, maka Aku jadikan haram(pula) diantara kamu, maka janganlah kami bertindak zalim”.HR.Muslim.
Sikap bermusuhan yang berlebihan
Islam telah mengharamkan tindakkan zalim baik secara fisik Allah berfirman: “dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu (tetapi) janganlah kamu melampaui batas (kecenderungan memusuhi), karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS.2:190). Tau secara mental, Allah berfirman: “ hai orang-orang berfirman, dan janganlah kamu haramkan apa-apa yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan jangan lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.(QS. 5:87.

Khianat

Allah berfirman: “Sesungguhanya Allah tidak mmeridhoi tipu daya orang-orang yang berhianat”.(QS. 12:52) dan “Sesungguihnya Allah tidak menyukaiorang-orang yang selalu berkhianat lagi bersgelimang dosa”. (QS. 4:93)

Membunuh

Allah berfirman: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. 5:32) dan “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya . Dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya”.(QS. 4:93)

Pencurian

Allah berfirman: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan dari apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS. 5:38)
Memerangi Allah (perusuh dan pengacau keamanan)
Allah berfirman: “Sesungguhnya terhadap orang-orang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib. Atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan suatau penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.”(QS.5:33)

Maka jelas, bahwa islam sangat melarang dengan alasan apapun semua sarana, bentuk kerusakan dan terorisme negative. Sebagaimana juga islam secara transparan menggunakan berbagai terminology hakiki untuk menyebut semua bentuk pengacau dan tindak kejahatan lainnya. Mari kita simak sikap Rasullah saw dalam terror:
Rasulullah Saw bersabda: “ janganlah kamu menakut-nakuti orang muslim, karena menakut-nakutinya hingga ia meninggalkannya, meskipun saudara dan seibu”. HR. Muslim .
Masih banyak lagi hadis Rasulullah mengancam orang-orang yang melakukan tindak kejahatan dan terorisme negative kepada sesama menusia.

TERORISME YANG DIANJURKAN

Ketika Islam melarang terror dalam bentuk perusahaan dengan perangkat dan sarana penghancur, tidak berarti bahwa islam menghendaki penganut hidup dalam keadaan lemah, rendah, mengecor dan hina di dunia yang penuh dengan berbagai hal penganutnya berada dipuncak keluhuran yang dapat membantunya merealisasikan tujuan luhur syari’ahnya.
Islam menghendaki umatnya menjadi ilmuan(ilama), lihat QS. 29:42, 35:28; berkecukupan (memiliki perangkat kemajuan) lihat QS. 93:8 ; dan kuat. Lihat QS. 11:52. Makanya Rasullah Saw baerdo’a : “Ya Allah aku meninta kepadaMu hidayah , ketaqwaan, iffah dan kecukupan”. HR.Muslim.
Demikian ini, karena ridalah islam ini sangat luhur dan agung, sudah pasti membutuhkan pembawa dan penyebarnya menjadi orang-orang yang sesuai dan kapabel. Allah berfirman: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..”(QS. 3:110).
Tidak hayal lagi Islam menuntut umatnya memiliki fakto-faktor yang dapat membantu untuk dapat memberikan jaminan mereka dalam menyebarkan misi dan menyampaikannya kepada alam semesta; menuntuk mereka memiliki kekuatan yang dapat menggentarkan musuh risalahnya; serta menuntut mereka memiliki berbagai perangkat membangun baik harta moril yang dapat mengantarkan mereka kepada kemajuan, keunggungalan dan kewibawaan, sekali lagi dapat menggentarkan musuh-musuh kebenaran misinya.
Jadi tidak berlebihan jika kita katakan bahwa men-teror musuh-musuh Islam dan umat ini adalah menjadi dianjurkan (fardlu). Dalam hal ini Allah berfirman: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan (teror) musuh Allah dan musuhmu dan orangorang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya…”.(QS. 8:60).
Berdasarkan ini, maka sebaik nya penulis singgung di sini beberapa perangkat yang wajib dimiliki oleh pengikutnya untuk menteror musuh-musuhnya:

Memiliki Kepercayaan

Memiliki pepercayaan diri serta tidak terserang penyakit wahen (pikun) dan lemah adalah merupakan sentral ajaran islam, Allah Berfirman: “janganlah kamu bersikap lemah, janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang peling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (QS.3: 135). Dan islam memperkokoh serta memperkuat jiwa dan tekad meraka “ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu ada khawatiran terhadap mereka dantidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS. 10:62)
Semua itu dapat memberikan kepercayaan penuh kepada diri orang beriman, menanamkan kekuatan hakiki dalam jiwanya untuk dapat melaksanakan risalahnya serta menjauhi mereka dari hantu perang syaraf.

Memperoleh Kekuatan

Kekuatan yang harus dimiliki menggentarkan musuh-musuh islam adalah kekuatan daam berbagai hal; kekuatan fisik, intelek, penemuan, produk, industri, pertanian, kedokterandan nuklir dan seterusnya.
Kekuatan kwantitas dalam berbagai hal dan kekuatan kwalitas yang paling utama dan mutakhir serta lebih maju dan unggul, makna ini sebenarnya yang di kandung dalam surat al-Anfal ayat 60 itu, kata kekuatan “Quwwatan” dalam bentuk nakirah (kata benda yang tidak tentu) yaitu berbagai kekuatan yang lebih sempurna.

Sikap Moderat

Syarat ini hanya terpenuhi jika umat Islam memiliki kepekaan dan faham yang benar terhadap agamanya, cerdas spiritual serta emosionalnya; hidayah dan ajaran agamanya benar-benar telah menyinari kehidupannya, serta memahami dan mengaplikasikan keadilan dan kemoderatan sikap agamanya dalam seluruh sector kehidupannya.
Allah berfirman: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dari (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” “dan jangan kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim”(QS.11:112,113)
Dengan terpenuhi syarat dan neraca ini maka :
dapat menjadi perlindungan protektif terhadap kaum muslimim dari sikap militansi negative dan melampai batas serta dapat memelihara masyarakat individu dan kolektif dari penyimpangan secara berlebihan.
Dapat menjadi pelindungan kewibawaan di hati musuh-musuhnya, di sebabkan mereka memiliki kekuatan penolakan tughat (orang-orang yang lalim dan melampaui batas), sebagaimana ia tercampak penyakit wahn dan takut dari hatinya, karena mereka orang-orang yang memahami agama, konsekwen terhadap keadilan, melaksanakan seluruh ajarannya dan percaya akan kemenangan yang Allah janjikan, yaitu mereka orang-orang yang tidak dapat digetarkan dan dilemahkan oleh terorisme yang sering disalah tafsirkan maknanya oleh umat manusia dan sebagian muslimin di segenap penjuru alam raya ini. Mudah-mudahan hidayah selalu dilimpahkan kepada umat islam yang beriman dan beramal sholeh, karena Allah tidak menyia-nyiakan orang-orang yang melakukan yang sebaik-baiknya.
Wallahu’alam

Satu Balasan ke Islam dan Terorisme

  1. wanitastanley76750 mengatakan:

    Lowes is the name of a decorating requisites shop on Abbeydale Road Sheffield . Can I deduce [Watson] you live nearby ? Click https://twitter.com/moooker1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: